Ada Apa, Voa-Islam.com Tidak Bisa Diakses


Ada Apa, Voa-Islam.com Tidak Bisa Diakses

Shoutussalam – Setelah kemarin, Selasa (10/1) server Arrahmah dihack oleh musuh yang ingin mengacaukan perjuangan Islam. Kini giliran situs berita Islam yang lain, Voice of Al-Islam juga mengalami hal yang sama.

Menurut pengamatan Shoutussalam, sejak dini hari tanggal 11 Januari 2011, voa-islam.com sudah tidak bisa terakses. Shoutussalam mencoba mengkonfirmasi kepada kru voa-islam.com pada waktu itu. Ternyata memang voa-islam tidak bisa diakses. Kemungkinan besar mengalami hal yang sama dengan Arrahmah.
Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Kabar Madiun | Tinggalkan komentar

Pesan Habib Rizieq via BBM: “Menangkan Islam di Pemilu 2014!


Hidayatullah.com–Dalam hitungan jam, Pemiliah Umum (Pemilu) akan digelar. Semua hal-hal yang mendukung persiapan pemilu pun sudah maksimal direalisasikan. Kertas suara, logistik lainnya pun telah hampir merata di tanah air.

Hanya saja, dalam setiap Pemilu, umat Islam masih selalu saja diributkan perihal bagaimana hukum dalam memilih.

Dalam sebuah pesan yang dikirim via broadcast blackberry massanger(BBM) bersama para tokoh Islam lain, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan bahwa umat Islam jangan mudah diadu domba setiap menjelang Pemilu.

“Kita itu harus bersatu. Kita harus menangi pemilu 2014,” ucap Habib Riziq dalam pesannya melalui BBM.

Menurutnya, ada setidaknya 871 Caleg non-Islam yang hadir di setiap partai. Dari nomor urut terkecil hingga besar. Tanpa ingin menyebutkan nama partai, ia menyebut nomor urut dan jumlah caleg.

“Nomor 1 (183 caleg), nomor 2 (131 caleg), nomor 3 (112 caleg), nomor 4 (98 caleg), nomor 5 (97 caleg), nomor 6 (94 caleg), nomor 7 (93 caleg), nomor 8 (30 caleg), dan nomor 9 (28 caleg). Untuk itu umat Islam harus bersatu!,” Habib Riziq mengingatkan.

“Bagi kalangan manapun, jika mengharamkan Pemilu lebih baik ber[ikir kembali. Lihat bagaimana kondisi umat Islam jika pemimpin-pemimpinnya saja banyak dari non-Islam. Memilih atau tidak, Pemilu tetap akan dilaksanakan. Akan tetap berjalan. Dari semua golongan akan ikut partisipasi produk demokrasi ini. Di samping itu, Pemilu yang akan menentukan ke mana arah bangsa ini ke depan. Lihat bagaimana nanti di gedung DPR. Bagaimana dengan RUU yang anti syariat Islam? Pelegalan miras dan narkotik (ganja). Pilih atau tidak, tetap dijalankan. Semua golongan akan ikut, termasuk non-Islam,” ujarnya.

Menurut Habib Rizieq, jika mencintai Allah dan Rasul-Nya, mencintai mengaji, mendambakan syariat Islam, umat Islam perjuangkanlah kemenangan dalam Pemilu 2014.

“9 April harus menang! Bela Islam!” Habib Riziq menegaskan.

Sementara di akun twitter KH Abdullah Gymnastiar (@aagym), menampilkan suatu gambar atau grafik yang mengingatkan umat Islam agar teliti dalam memilih. Lihat bagaimana pemimpin itu. Apakah amanah, adil, dan bijak.

Grafik yang diambil dari sumber Indonesian Corruption Watch (ICW) dan Metro TV. Tidak lupa pula Aa Gym meminta para followers-nya untuk mengkoreksi postingannya bila terjadi kesalahan .

“Pemimpin yang baik, pemimpin yang bebas dari sifat munafik, tak pernah berdusta, tak mengingkari janji, memegang teguh amanah,” tulis akun twitter @aagym.

Sebelumnya ia juga sempat menyatakan dalam sebuah pengajian politik agar umat Islam merebut kekuasaan dahulu, baru ribut.

“Sudahlah, terlalu panjang kalau kita berdebat. Ini pertempuran sudah di depan mata. Kita jangan ribut, tapi rebut dulu. Habis rebut, baru ribut. Ini kekuasaan belum kita rebut tapi sudah ribut,” ucapnya.*

*

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Kabar Madiun | Tinggalkan komentar

PKS Ingatkan Soal Perselingkuhan di Jatim Meningkat


PKS Ingatkan Soal Perselingkuhan di Jatim Meningkat

Surabaya - Kasus perselingkuhan di Jawa Timur menempati angka tertinggi. Dengan kondisi tersebut, Bidang Perempuan DPW PKS Jatim menyerukan, agar tidak melakukan perselingkuhan, tapi mendukung pernikahan.

PKS Ingatkan Soal Perselingkuhan di Jatim Meningkat Kabar Madiun

PKS Ingatkan Soal Perselingkuhan di Jatim Meningkat Kabar Madiun

“Kegiatan ini untuk mengajak masyarakat luas kembali menengok pentingnya kesetian pada keluarga, kesetian pada pasangan masing-masing. Setia oke, selingkuh no way,” kata Ketua Bidang Perempuan DPW PKS Jatim, di sela aksi puluhan kader PKS yang memperingati Hari Keluarga Nasional 2012 di depan Kebun Binatang Surabaya (KBS), Kamis (28/6/2012).
Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Kabar Madiun, Kabar PNS, Perselingkuhan | 1 Komentar

Puasa dan Lebaran, Kasus Cerai Tetap Tinggi


Puasa dan Lebaran, Kasus Cerai Tetap Tinggi

Surabaya - Selama momen ramadan dan lebaran 2012, sidang kasus cerai di Surabaya tetap tinggi. Total kasus cerai talak dan gugat selama Agustus 2012 masih mencapai angka ratusan.

Kabar Madiun perselingkuhan dan perceraian menngkat di saat bulan puasa

Kabar Madiun perselingkuhan dan perceraian menngkat di saat bulan puasa

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Kabar Madiun, Kabar PNS, Perkawinan, Perselingkuhan | Tinggalkan komentar

BIROKRASI GENDUT, PEKERJAAN 3 ORANG, DIKERJAKAN 20 ORANG


Birokrasi ‘Gemuk’, Pekerjaan 3 Orang Ditangani 20 Orang
Wahyu Daniel – detikfinance

Jakarta - Ukuran birokrasi pemerintahan di Indonesia masih belum efisien dan ‘gemuk’. Masih banyak pekerjaan yang bisa ditangani oleh sedikit orang tapi malah dikeroyok.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN dan RB) Azwar Abubakar dikutip dari situs Kementerian PAN, Kamis (7/6/2012).

“Meski di kantor-kantor pemerintah masih terlihat adanya aktivitas, namun hal itu tidak selalu berarti pelayanan terhadap masyarakat sudah memenuhi harapan mereka,” kata Azwar.

Dikatakan Azwar, setidaknya ada dua hal yang menjadi ukuran apakah birokrasi sudah melayani atau belum, serta masih terjadinya pemborosan. Dari segi pelayanan, apakah pelayanan itu jelas, cepat dan murah pelayanannya, sehingga ada kepastian.
Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Kabar Madiun, Kabar PNS | Tinggalkan komentar

Dugaan Penyelewengan Dana DAK Oleh Kepsek SDN 101738 Diski dan SDN 106802 Helvetia


Dugaan Penyelewengan Dana DAK Oleh Kepsek SDN 101738 Diski dan SDN 106802 Helvetia

Medan, SwaraPranantaNews.wordpress.com

Peraturan Menteri Pendidikan No. 3 tanggal 29 Januari 2009 tentang petunjuk teknis pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang Pendidikan tahun 2009. Menu kegiatan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2009 berdasarkan prioritas :

1. Rehabilitasi/rekonstruksi ruang kelas dan pengadaan/perbaikan meubeler ruang kelas Rp. 70.000.000,-

2. Rehabilitasi/pengadaan sumber sanitasi air bersih, kamar mandi dan jamban (kakus/WC) Rp. 20.000.000,-

3. Pembangunan ruang perpustakaan (56 m2) dan pengadaan meubeler perpustakaan Rp. 105.000.000,-

4. Pembangunan ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) serta pengadaan meubeler minimal 12 m2 Rp. 24.000.000,-
Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Kabar Madiun, Kabar PNS | Tinggalkan komentar

Kepala Sekolah, Pimpinan atau Pemimpin?


Kepala Sekolah, Pimpinan atau Pemimpin?

Sekolah dan pemimpin, sepintas tak ada hubungan sama sekali di antara keduanya. Namun jika ditelisik lebih jauh, dua hal ini bisa saling mempengaruhi satu sama lain.

Sekolah tanpa pemimpin, apa jadinya. Apa mungkin sekolah tak punya pemimpin? Impossible, ‘kan ada kepala sekolah. Persoalannya, benarkah figur kepala sekolah bisa jalankan peran sebagai pemimpin? Sadarilah, ini persoalan serius yang mesti dihadapi sekolah.

Sekolah butuh pemimpin, tapi tidak sebaliknya. Sekolah akan kehilangan arah andai tak ada kepala sekolah.

Kepala sekolah merupakan sosok yang bisa bangunkan motivasi mengajar para guru, membenahi sistem yang ada, menjadi teladan bagi para murid, penyambung aspirasi antara orang tua dengan pihak sekolah. Tak ada yang sangsikan peran kepala sekolah sangat penting. Penting bukan karena sekadar menyandang status kepala sekolah, tapi mampu jalankan peran serta fungsi.

Bicara soal eksistensi, ada dan tiadanya kepala sekolah tetap jadi perbincangan menarik. Lihat “drama” ketika terjadinya mutasi. Ada kepala sekolah yang ditangisi kepergiannya. Sontak semua stakeholders sekolah meminta dinas pendidikan mengurungkan keputusannya. Tak sedikit juga kepala sekolah yang disyukuri kepergiannya. Bahkan seluruh warga adakan acara syukuran. Mengapa hal ini terjadi?

Kepala sekolah adalah jabatan, setuju? Siapa pun yang menduduki jabatan itu, punyakah dia sifat kepemimpinan? Leader without leadership, itulah persoalan kita.

Jika ada kepala sekolah yang utamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan sekolah, pasti dia punya cara berpikir only for profit. Padahal jelas, sekolah bukan perusahaan apalagi ladang bisnis. Dia pasti akan bilang sekolah tak punya anggaran untuk meningkatkan kompetensi guru, ikutkan siswa dalam lomba-lomba antar sekolah, gaji guru selalu telat dibayar. Tapi di saat bersamaan, gaya hidupnya meruah-ruah. Mobil pribadinya bertambah terus, bangun rumah baru di kawasan elit, kisah yang memilukan bukan?

Sekolah di tangan kepala sekolah macam begini pasti berantakan. Guru-guru demotivasi. Soliditas tim hancur lebur. Sikut sana sikut sini. Guru “terbelah” menjadi dua. Guru yang siap berkongsi dan jadi pendukung kepala sekolah, dia pasti dapat promosi. Guru yang berani nyatakan tak sepakat pasti bisa kena masalah. Minimal dibuat tak nyaman saat bekerja, alih-alih siap-siap dimutasi.

Kepala sekolah seperti itu pasti tinggi hatinya. Dia pasti anti dengan kritik maupun masukan. Dia akan buat jarak antara dirinya dengan semua warga sekolah. Cara berpikirnya pasti semuanya tentang “AKU”. Apa urusannya dengan Anda? Inilah sosok kepala sekolah tak punya sifat kepemimpinan. Dia perankan dirinya sebagai pimpinan bukan pemimpin. Hidupnya pasti rusak dan merusakkan.

Beda lagi dengan cerita kepala sekolah yang satu ini. Bagi dia, “kepala sekolah” hanya sekadar jabatan. Jabatan itu amanah, hal itu tak bersifat abadi. Besok lusa mungkin jabatan itu akan hilang.

Maka selagi masih menjabat, dia pasti berpikir hal terbaik apa yang bisa diberikan untuk keberhasilan sekolah. Pantang dia lakukan korupsi, kolusi, maupun nepotisme. Karena dia sadar itu akan merusak tim serta menghancurkan sistem sekolah perlahan-lahan.

Suasana keterbukaan dan kebersamaan segera dibangun di awal kepemimpinan. Tak akan ada ghibah serta fitnah karena semua warga sekolah boleh bersuara di forum sekolah. Tanpa disadari, sekolah sedang membangun budaya komunikasi produktif.

Kepala sekolah membuka diri dengan kritik. Ini cara mendidik yang konkret. Guru belajar untuk berani katakan “TIDAK” jika memang itu benar adanya.

Ma’ruf atau tidak cara penyampaiannya, kepala sekolah tundukkan egonya, terima kritiknya, dan segera berbenah diri. Jika kepala sekolah salah, dia akui kesalahan kepada guru, orang tua, bahkan siswa sekali pun.

Yakinlah, harkat martabat kepala sekolah macam ini tak akan hancur berantakan. Justru sikap ini akan pantik simpati dari banyak orang. Guru pun pasti malu kalau tak mampu lakukan hal yang sama pada murid. Semua orang lantas akan bilang, “Kami ikhlas dipimpin kepala sekolah ini”. Kepala sekolah seperti ini hidupnya pasti selamat dan menyelamatkan.

Pemimpin pasti paham untuk apa jabatan itu digunakan. Inilah sedekah terbaik yang bisa dilakukannya, membuat kebijakan yang bermanfaat bagi masa depan sekolah.

Sosok pribadinya sangat mempesona. Mempesona bukan karena tak ada kesalahan yang dibuatnya. Ingat, kepala sekolah bukan manusia setengah dewa kata Iwan Fals. Dia tetap manusia biasa yang kerap lakukan kekeliruan. Kekeliruan itu bisa dimaafkan. Ini namanya proses belajar dan pendewasaan diri.

Jika dia mau terima kritik karena kesalahannya, lalu dia segera perbaiki diri, ini baru TOP MARKOTOP. Tapi, jika egonya tak mampu ditaklukkan, pasti hasrat serta nafsu akan selalu menjadi pemandu dalam mengambil kebijakan. Hasilnya apa? Pastilah keresahan, kegundahan dan kerusakan bagi keberlangsungan sistem sekolah.

Wahai para pengambil kebijakan, pilihlah kepala sekolah yang mampu perankan dirinya jadi pemimpin bukan pimpinan. Cirinya sederhana saja, telisik sisi pribadinya lalu cari tahu apakah dia sosok yang rendah hati. Karena St. Augustine pernah berujar, “Anda ingin naik? Mulailah dengan turun. Anda ingin membangun menara tinggi menjulang? Mulailah dengan menanam fondasinya, yaitu kerendahan hati”.

Dipublikasi di Kabar Madiun, Kabar PNS | Tinggalkan komentar

Kepala Sekolah Diminta tak Selewengkan DAK


Kepala Sekolah Diminta tak Selewengkan DAK

REPUBLIKA.CO.ID, PANGURURAN, SUMUT — Sekda Kabupaten Samosir, Sumatera Utara (Sumut), Hatorangan Simarmata meminta para kepala sekolah dan semua pihak yang terlibat dalam kepanitiaan pelaksanaan DAK 2012 tidak menyalahgunakan dana tersebut serta mempertanggungjawabkannya sesuai petunjuk teknis yang telah ditetapkan pemerintah.

“Semua pihak yang terlibat dalam kepanitiaan pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2012, jangan anggap enteng terhadap administrasi, karena sekecil apapun kegiatan tersebut harus dapat dipertanggungjawabkan, termasuk bukti dokumentasi sejak awal pekerjaan hingga selesai,” kata Hatorangan di Pangururan, Kamis (4/10).
Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Kabar Madiun, Kabar PNS, Pendidikan | Tinggalkan komentar

Contoh SK Bendahara Pembangunan Rehab Sekolah


PEMERINTAH KABUPATEN KUBU RAYA
DINAS PENDIDIKAN
UPTD PENDIDIKAN BATU AMPAR
SEKOLAH DASAR NEGERI 1 BATU AMPAR
Alamat : Jalan Baburazak Barat No. 04 Padang Tikar I       
KODE POS 78383
SURAT KEPUTUSAN
KEPALA SEKOLAH DASAR NEGERI 1 BATU AMPAR
KECAMATAN BATU AMPAR KABUPATEN KUBU RAYA
NOMOR  :  422/216/SD.1-BA/2012
TENTANG
Dipublikasi di Kabar Madiun, Kabar PNS, Pendidikan | Tinggalkan komentar

DANA DAK PENDIDIKAN JANGAN DI SELEWENGKAN


Airmadidi, KOMENTAR - Ini tanda awas bagi Dikpora Minut dan sekolah-sekolah penerima dan pengelola Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Tahun 2012. Pasalnya, modus penagihan fee juga dikhawatirkan bisa terjadi pada proses pencairan DAK Pendidikan 2012, sebagaimana terjadi pada dana Blockgrant yang sempat menghebohkan dunia pendidikan Minut.

“Informasi yang saya dapat, sekolah-sekolah penerima DAK dalam waktu dekat ini akan mencairkan dananya. Nah…Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dipora) Minut, seharusnya berkaca pada kasus blockgrant.
Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Kabar Madiun, Kabar PNS, Pendidikan | Tag , | Tinggalkan komentar